Kesehatan
Pasien Stroke BPJS Diduga Ditolak RSUD Kota Bekasi Karena CT Scan Rusak, Pihak RSUD Kota Bekasi Berikan Klarifikasi
KOTA BEKASI – SUDUTMATANEWS| Dugaan penolakan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan yang mengalami serangan stroke di RSUD Kota Bekasi menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut terjadi pada 18 Maret 2026 di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, yang beralamat di Jl. Pramuka No.55, RT.006/RW.006, Marga Jaya, Kec. Bekasi Sel., Kota Bekasi dan menimbulkan sorotan terhadap pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), khususnya terkait kesiapan fasilitas medis dalam menangani pasien darurat. ( Selasa, 12 MEI 2026 )

Pasien bernama Supriadi awalnya dibawa ke Klinik Alitha untuk mendapatkan penanganan awal setelah mengalami gejala stroke.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Namun, setibanya di rumah sakit, pihak keluarga mengaku pasien tidak langsung mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Keluarga menyebut adanya kendala pada alat CT Scanner yang sedang mengalami kerusakan sehingga pasien disarankan untuk dibawa ke rumah sakit lain.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim awak media, pasien diduga tidak memperoleh pelayanan optimal saat tiba di IGD RSUD Kota Bekasi.
“Ketika saya sampai di RSUD, pihak rumah sakit tidak menangani saya, malah menyuruh ke RS Hermina,” ujar Supriadi saat dimintai keterangan.
Keterangan serupa juga disampaikan anak pasien berinisial AG. Ia mengaku pihak rumah sakit menyampaikan bahwa alat CT Scanner tengah mengalami kerusakan sehingga pasien disarankan ke rumah sakit lain.
“Mereka tidak menangani karena mesin CT Scanner mengalami kerusakan.
Tapi mereka menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, salah satunya ke RS Hermina,” ujar AG.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim awak media mendatangi RSUD Kota Bekasi guna melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen rumah sakit.
Sebelumnya, awak media mengaku telah menjadwalkan pertemuan dengan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, Sudirman, melalui aplikasi WhatsApp. Selasa, 12/05/26
Dalam sesi konfirmasi, awak media menanyakan apakah pihak manajemen rumah sakit telah mengetahui kondisi kerusakan alat tersebut pada saat kejadian berlangsung.
“Berarti saat mesin CT Scanner mengalami kerusakan bapak mengetahuinya dan terjadinya dugaan penolakan sehingga pasien diarahkan ke RS Hermina?” tanya tim awak media kepada Sudirman selaku Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi.
“Bukan penolakan sih pak jatuhnya, melainkan dialihkan,” ujar salah satu staf yang enggan menyebutkan namanya.
Tak lama kemudian, Hafiz memberikan tanggapan dengan nada tinggi kepada awak media.
“Makanya langsung dilarikan ke situ, Bang,” ucapnya dengan nada tinggi.
Salah satu anggota tim awak media kemudian mencoba meredam situasi agar suasana wawancara tetap kondusif.
“Santai bang, santai. Abang ini kok kesannya dari tadi ngegas terus ya,” ujar salah satu anggota tim.
Situasi tersebut membuat awak media memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaan lebih jauh kepada oknum pegawai tersebut demi menjaga kondusivitas proses wawancara.
Sikap yang ditunjukkan oknum pegawai tersebut dinilai kurang mencerminkan profesionalisme dalam menghadapi konfirmasi jurnalistik. Padahal, kedatangan awak media bertujuan meminta klarifikasi terkait dugaan pelayanan yang tidak optimal terhadap pasien BPJS dalam kondisi darurat.

Di tengah situasi tersebut, Sudirman selaku Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi kemudian memberikan penjelasan terkait kondisi pelayanan rumah sakit saat kejadian berlangsung.
Ia membenarkan bahwa alat CT Scanner di RSUD Kota Bekasi sempat mengalami kerusakan pada periode Maret hingga April 2026.
“Pada bulan Maret sampai April mesin memang mengalami kerusakan. Bukan penolakan, tetapi pihak IGD kemungkinan mengalihkan pasien ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi adanya kendala fasilitas medis pada saat pasien datang untuk mendapatkan penanganan.
Peristiwa ini pun memunculkan harapan masyarakat agar pihak manajemen RSUD Kota Bekasi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan, kesiapan fasilitas medis, serta sikap petugas di lapangan. Terlebih, pasien stroke merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat demi keselamatan pasien. (Red/Tim)
-
Nasional4 minggu agoIbu Elisabeth Paulus Titirloloby, Kogoya, Sairery, Rumbiak, Rayakan Ulang Tahun Sekaligus Family Inauguration dan Prosesi Penyematan Marga Adat
-
Hukum3 minggu agoDugaan Praktik Prostitusi, Penipuan, dan Pemerasan di Apartemen Grand Kamala Lagoon Bekasi: Masyarakat Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak Tegas
-
Bisnis2 minggu agoSenyaman Kopi Hadir di Jatibening Baru, Jadi Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Bekasi
-
Pemerintahan4 minggu agoDana Stimulan Renovasi Rumah Diusulkan Naik, Satgas PRR Ungkap Alasannya
-
Hukum4 minggu agoOknum RT di Kelurahan Pejuang Raup Ratusan Juta Diduga dari Sewa Alih fungsi Fasos-Fasum, Pemkot Bekasi Didesak Tertibkan Bangunan Liar di Medan Satria
-
Pemerintahan4 minggu agoKetum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM
-
Pemerintahan3 minggu agoKemendagri Turunkan Tim Itjen Periksa Proses Pelantikan Pejabat di Kota Bima
-
Pemerintahan4 minggu agoWamendagri Bima: Kolaborasi Desa dan Kampus Perkuat Kapasitas Kepala Desa
