Nasional
Jalan Nonon Sontani Retak dalam Waktu Singkat, Aspek Perencanaan hingga Pengawasan Perlu Dievaluasi
Kota Bekasi – Sudutmatanews.com | Kamis (26/2/2026) – Proyek peningkatan Jalan Nonon Sontani menarik perhatian publik setelah permukaan jalan ditemukan mengalami keretakan, padahal waktu sejak penyelesaian proyek belum mencapai satu bulan.
Dari pantauan di lapangan, teridentifikasi sejumlah titik dengan kondisi keretakan yang bervariasi, mulai dari retak rambut hingga retakan memanjang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat dan kalangan media terkait kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan proyek konstruksi tersebut.
Salah satu warga setempat yang ditemui tim mengatakan rasa kekhawatirannya. “Padahal blom lama jalan ini dicor, tapi sudah rusak begini, entah komponennya yang tidak bagus atau pekerjanya yang asal-asalan,” ujar warga yang hanya ingin dikenal dengan inisial “N”.
Secara teknis, pembangunan jalan beton melibatkan beberapa komponen penting, antara lain lean concrete (LC) sebagai lantai kerja, pemasangan tie bar untuk menghubungkan pelat beton secara lateral, serta dowel untuk memperkuat sambungan antar pelat dan memfasilitasi perpindahan beban. Spesifikasi dan penerapan komponen tersebut seharusnya sesuai dengan dokumen perencanaan serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Meskipun demikian, terdapat persepsi di masyarakat bahwa penerapan standar konstruksi belum sepenuhnya dipahami secara luas. Hal ini mendorong perlunya klarifikasi resmi dari pihak terkait agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi asumsi keliru.
Jika keretakan terjadi dalam jangka waktu relatif singkat, evaluasi menyeluruh menjadi langkah krusial. Evaluasi perlu mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan teknis, mutu material yang digunakan, metode pelaksanaan konstruksi, hingga sistem pengawasan yang diterapkan selama proses pembangunan. Tujuan utama evaluasi bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan memastikan infrastruktur yang dibangun sesuai standar dan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Masyarakat mengajak instansi teknis pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan penjelasan terbuka terkait spesifikasi pekerjaan serta mekanisme pengendalian mutu yang telah diterapkan. Transparansi dalam hal ini menjadi bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan infrastruktur daerah. (Red)
-
Nasional3 minggu agoWarga Gang H. Mulung Jati Bening Kompak Gelar Lomba Meriahkan HUT RI ke-81
-
Hukum4 minggu agoProses Pemasangan Papan Plang kepemilikan Tanah di kawasan Jalan Raya Kodau, Jatiwarna Berakhir Ricuh
-
Nasional3 minggu agoPemkot Bekasi Didesak Tertibkan Cucian Mobil di Lahan Irigasi yang Diduga Tanpa Ijin
-
Hukum1 minggu agoDugaan Kuat Praktik Ilegal Penyaluran Solar Bersubsidi di SPBU 14.214.231 Labuhanbatu Selatan, APH Diminta Bertindak Tegas
-
Nasional1 minggu agoSMPN 4 Tambun Selatan Terapkan “G7KAIH”, Siswa Awali Hari dengan Sholat Dhuha, Senam dan Sarapan Bergizi
-
Pemerintahan6 hari agoPasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Mendagri Imbau Pemda Terdampak Tingkatkan Kewaspadaan
-
Pemerintahan1 minggu agoMendagri Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI
-
Pemerintahan1 minggu agoDWP Kemendagri Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT
