Pemerintahan
Diduga Camat Jatiasih Nimbun Sembako Murah
Sudutmatanews.com – Kota Bekasi, Dalam Rangka HUT Kota Bekasi yang ke 29 pemerintah kota bekasi melalui dinas perdagangan dan perindustrian (Disdagperin) dan kecamatan Jatiasih menyelenggarakan pasar murah bersubsidi bagi masyarakat yang mendapat kan kupon undangan.
Dan Bagi yang tidak mendapatkan kupon nebus sembako dengan harga Rp. 70.000 terdiri dari
* Beras premium 5kg
* Minyak goreng premium 1 liter
* Gula pasir 1Kg
* Tepung Terigu 1kg
Namun tidak sesuai dengan kenyataan sebut saja viani dan syaputra warga Jatiasih yang berniat menebus sembako murah di kecamatan Jatiasih pulang dengan kecewa, mereka datang ke kecamatan Jatiasih pada hari kamis 05 Maret 2026 pukul 12:30 siang.
Namun setibanya di kantor kecamatan salah satu staf kecamatan menjelaskan sembako sudah habis terjual. Sedangkan jelas terlihat masi banyak sembako di kantor kecamatan.
Jumi salah satu pengunjung ia juga sedang mengantri untuk membeli sembako murah. Meskipun orang kecamatan bilang sudah habis. Tapi saya liat masi banyak di dalam makanya saya tungguin. Ucap beliau sambil nada kesal
Saat awak media mencoba mencari keterangan lebih lanjut dengan menghubungi camat (dian) melalui telepon whatsapp.
“selamat siang pak camat, saya mau nanya di kantor kecamatan ada banyak sembako buat apa pak”
Jawab camat :
“Oh untuk di jual murah kepada masyarakat kami sedang mengadakan pasar murah bersubsidi. ”
Lalu apakah masi ada masi bisa di beli
Jawab camat :
“Masi bisa mas”
Kemudian awak media menjawab.
” tadi ada saudara saya kesana ber 2 mau nebus sembako murah katanya sudah habis, padahal didalam terlihat masi banyak sembakonya”
Kemudian entah sinyal atau paket data dari pak camat habis Tlp terputus di saat perbincangan masi berlanjut.
Sungguh miris dimana kecamatan seharusnya memperhatikan masyarakat nya. malah membohongi masyarakat. Yang di duga menimbun sembako yang di berikan pemerintah untuk membantu warganya.
Diminta walikota dan seluruh jajaranya periksa camat Jatiasih.
Sampai berita ini di turunkan belum ada keterangan yang lebih jelas dari pihak kecamatan. (Red/Tim)
-
Nasional1 minggu agoSMAN 2 Bekasi Disorot: Korban Bullying Alami Depresi, Muncul Dugaan Istri DPRD dan Tuntutan Rp200 Juta
-
Hukum1 minggu agoDugaan Praktik Mafia Tanah di Jatiasih: Bapenda Kota Bekasi Didesak Klarifikasi Temuan NOP Ganda
-
Hukum4 hari agoPolri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
-
Hukum3 hari agoDugaan Mafia Tanah di Jatiasih, Lurah Akui Kelalaian Staf, Bapenda Bekasi Telusuri Temuan NOP Ganda
-
Hukum1 minggu agoPenguatan Peran Bhabinkamtibmas, Kapolres Metro Jakbar Bekali Arahan dan Beri Pakaian Dinas Lapangan
-
Pemerintahan4 minggu agoMenag Serahkan Keppres Penetapan Anggota BAZNAS kepada Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni
-
Pemerintahan4 minggu agoWali Kota Bekasi Pimpin Apel Gabungan Tiga Pilar Jelang Pengamanan Arus Mudik
-
Pemerintahan2 minggu agoPelayanan Kota Bekasi Masuk 6 Besar Nasional, Wali Kota Targetkan Jadi Nomor 1
