Nasional
Jangan Macam-Macam dengan Adat! Tegalalang Grudug Beri Pelajaran Pendatang Yang Diduga Tutup Akses Jalan Usaha Petani
BANGLI – SUDUTMATANEWS.COM
Amarah membara di Desa Tegalalang, Kabupaten Bangli, pada Minggu (14/12/2025). Ratusan warga adat berbondong-bondong menggelar aksi penataan lahan yang berujung pada penutupan akses jalan keluar seorang warga pendatang. Aksi ini adalah puncak kekesalan warga atas dugaan penutupan jalan usaha tani yang vital bagi kehidupan petani setempat.
Sekitar 300 warga terlibat dalam aksi yang awalnya tampak seperti kegiatan bersih-bersih desa biasa. Namun, di balik kegiatan itu tersimpan amarah yang membara akibat tindakan sewenang-wenang seorang pendatang yang diduga menutup akses jalan usaha tani.
Bendesa Adat Tegalalang, I Wayan Miarsa, dengan nada geram menegaskan bahwa penataan lahan ini adalah wujud komitmen desa adat dalam menjaga ketertiban wilayah, kelestarian lingkungan, dan melindungi hak-hak krama (warga) desa.
“Penataan lahan ini dilakukan agar lingkungan tetap tertib dan akses pertanian tidak terganggu. Dalam penataan itu ditemukan adanya penutupan jalan usaha tani yang menjadi hak desa adat,” tegasnya.
Sebagai bentuk karma atau balasan setimpal ala hukum adat, warga kemudian menutup akses keluar dari kediaman pendatang yang bersangkutan. Dengan melakukan penataan lahan dilakukan tepat di depan akses keluar, sehingga sang pendatang “terkurung” dan merasakan langsung dampak dari tindakannya. Aksi ini menjadi sorotan publik dan simbol penegakan hukum adat yang keras.
Meskipun demikian, prajuru adat (tokoh adat) bernama Ketut menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada siapapun yang berani merugikan masyarakat desa adat, tidak hanya di Tegalalang, tetapi juga di seluruh Bali.
Pemerintah desa dan aparat keamanan setempat berupaya meredam emosi warga dan memastikan situasi tetap kondusif. Namun, pesan yang disampaikan warga adat sangat jelas: “Jangan macam-macam dengan adat!” Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua, khususnya para pendatang, bahwa menghormati adat dan menjaga kepentingan bersama adalah harga mati di Bali. (Red/Tim)
-
Nasional1 minggu agoSMAN 2 Bekasi Disorot: Korban Bullying Alami Depresi, Muncul Dugaan Istri DPRD dan Tuntutan Rp200 Juta
-
Hukum1 minggu agoDugaan Praktik Mafia Tanah di Jatiasih: Bapenda Kota Bekasi Didesak Klarifikasi Temuan NOP Ganda
-
Hukum4 hari agoPolri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
-
Hukum3 hari agoDugaan Mafia Tanah di Jatiasih, Lurah Akui Kelalaian Staf, Bapenda Bekasi Telusuri Temuan NOP Ganda
-
Hukum1 minggu agoPenguatan Peran Bhabinkamtibmas, Kapolres Metro Jakbar Bekali Arahan dan Beri Pakaian Dinas Lapangan
-
Pemerintahan4 minggu agoMenag Serahkan Keppres Penetapan Anggota BAZNAS kepada Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni
-
Pemerintahan4 minggu agoWali Kota Bekasi Pimpin Apel Gabungan Tiga Pilar Jelang Pengamanan Arus Mudik
-
Pemerintahan2 minggu agoPelayanan Kota Bekasi Masuk 6 Besar Nasional, Wali Kota Targetkan Jadi Nomor 1
